Merry Christmas & Happy New Year 2012 ^^...

Kamis, 15 Desember 2011

Hati-Hati Wabah Virus EV71

Belum usai kekhawatiran yang ditimbulkan oleh wabah virus flu burung. Kini, sebuah wabah baru muncul. Namanya, virus usus enterovirus 71 atau EV71. Virus ini kini menyerang sejumlah negara seperti China, Vietnam dan Singapura.

Virus EV71 yang menyebabkan penyakit mulut, kaki dan tangan tergolong sangat menular. Virus ini disebarkan melalui kontak langsung dengan lendir, air liur atau kotoran orang yang terinfeksi virus. Balita adalah yang paling rentan terkena EV71 karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih lemah.

Penyakit ini awalnya ditandai dengan demam, kulit melepuh, bisul-bisul di mulut, dan bintil-bintil merah pada kulit. Pada kasus yang gawat, EV71 bisa menimbulkan kerusakan otak, jantung dan paru-paru. Tapi, virus ini tidak menyebar lewat udara.

�Penyebarannya bukan lewat udara seperti SARS. Tetapi dari sanitasi dan higiene,� kata Guru Besar Mikrobiologi Klinis FK UI Amin Soebandrio, Rabu (7/5).

Amin menghimbau para orang tua dan dokter agar waspada. �Gejalanya demam mirip flu biasa, lalu bercak putih di lidah, sering dikira candida (jamur), kemudian muncul bintil di telapak tangan,� jelasnya.

Menurut Amin, penyakit ini berbeda dengan penyakit mulut dan kuku yang ditularkan hewan. �Biasanya dari air liur dan makanan yang tercemar dengan virus itu. Jika ada kontak cairan, maka langsung tertular. Makanya jika sudah ada anak yang terkena penyakit ini kalau tidak diisolasi, mungkin satu sekolah bisa kena,� urai Amin.

Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Sebagian besar penderitanya berusia di bawah 5 tahun. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan orang dewasa bisa diserang virus EV71.

Kematian bisa mengikuti penyakit ini jika penderitanya mengalami komplikasi. Hal ini terjadi jika virus mengganas dan menyebabkan gangguan dalam syaraf pusat. Penyebab lainnya adalah komplikasi dehidrasi dan infeksi sekunder.

�Di sini kita tidak pernah ada kasus yang sampai radang otak. Semuanya sembuh sendiri dan tidak ada komplikasi. Mungkin yang terjadi di China karena virusnya menyerang anak yang masih terlalu kecil. Atau bisa juga penyakitnya tidak terdeteksi dengan baik, sehingga pertolongan terlambat,� urainya.
EV71 bukan virus baru di Indonesia. Pada tahun 2007, virus yang menyebabkan penyakit tangan, kaki dan mulut itu pernah melanda Jakarta.

�Sudah lama itu, tahun 2007 juga sudah ada yang masuk ke rumah sakit selama beberapa hari dengan gejala penyakit mulut dan tangan. Kalau sudah di Jakarta, logikanya berarti ada di daerah lain,� katanya.

Menurut Amin, sebenarnya virus EV71 tidak mematikan jika dilakukan penanganan yang tepat. Jika segera dirawat dengan baik, penyakit ini akan hilang dengan sendirinya. �Cuma yang dikhawatirkan komplikasinya. Kalau tidak cepat ditangani, itu bisa berbahaya,� jelasnya.

Jika gejala awalnya sudah muncul, maka penderita harus dijaga agar tidak mengalami dehidrasi dan infeksi sekunder. Sebab, daya tahan tubuh yang turun mempermudah terjadinya infeksi.

�Kalau infeksi berat sudah terjadi, bisa berakibat ke otak. Itu yang mungkin menyebabkan kematian. Makanya sebaiknya begitu ada gejala awal, langsung dibawa ke dokter. Nanti disarankan untuk diisolasi, kemudian dilakukan observasi, selanjutnya pengobatan anti virus,�

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...